Senin, 06 Februari 2012

Gas Kentut Vs. Asap Rokok

Gas Kentut Vs. Asap Rokok
Endah Kristiningrum

Kenapa banyak orang selalu menutup hidung ketika mencium bau kentut? Dan jarang orang menutup hidungnya ketika menghirup asap rokok. Sebenarnya mana yang lebih berbahaya?

Saya pernah melihat orang marah-marah di angkutan umum, karena ada yang kentut di dalam angkot, Padahal, orang di sebelahnya merokok dan tiap-tiap menit dia menghisap secara tidak sengaja asap rokok tersebut. Bau kentut memang tidak baik tapi asap rokok juga tidak lebih baik.

Jika keduanya tidak ada yang baik, lalu bagaimana? Bagi orang yang ingin kentut, tentu saja dia tidak dapat menahan kentut, karena memang itu bisa terjadi kapan saja. Tidak mungkin jika seseorang sedang naik angkot harus turun dulu, kemudian kentut, baru naik angkot lagi -yang ada supir angkotnya marah-marah-, tapi kalau merokok kan bisa ditunda(sebelum naik atau setalah turun angkot).

Ada beberapa fakta berbahaya dari mencium gas kentut dan menghirup asap rokok. Gas kentut adalah campuran beragam gas. Kentut sebagian besarnya terdiri atas gas oksigen, nitrogen, karbon dioksida dan metana. Kesemuanya ini bukan penyebab bau tidak sedap. Yang memunculkan aroma tidak sedap pada kentut adalah gas-gas yang mengandung belerang. Di antaranya adalah hidrogen sulfida (bau telur busuk), methanethiol (bau sayur membusuk). Namun, ada pula dimetil sulfida yang memiliki bau manis. Hidrogen Sulfida (H2S) memang sangat berbahaya tetapi pada konsentrasi yang tinggi, sedangkan pada konsentrasi yang rendah seperti pada kentut tidak berbahaya.

Sedangkan dalam rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan. Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen. dan ini dinyatakan berbahaya bukan hanya perokok langsung tetapi bagi penghisap asapnya tanpa merokok langsung.

Mana yang akan anda pilih? Menghirup gas kentut atau menghirup asap rokok?

Nampaknya masyarakat cenderung merespon aktif terhadap gas kentut padahal jika dibandingkan dengan asap rokok tingkat bahayanya lebih rendah. Terkadang masyarakat juga cenderung meremehkan asap rokok yang dihisap secara langsung dan tidak langsung. Sebaliknya, terlalu membesar-besarkan bau kentut dari orang lain di tempat yang memang sulit untuk menghindar -kecuali disengaja.

Apakah pernah ada, orang mati karena tidak bisa merokok? Tetapi pernah ada, orang mati karena tidak bisa kentut.

Referensi: . http://quran.kawanda.net, Forumnya Forex Trading Dari Sabang Sampai Merauke

Kandungan Rokok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar